SLACKWARE
A. SEJARAH DAN PENGEMBANGAN
Slackware
Slackware adalah distribusi Linux yang dibuat oleh Patrick Volkerding. Slackware merupakan distribusi awal dari Linux dan merupakan distro tertua yang masih dikembangkan sampai saat ini. Slackware mempunyai target yaitu desain yang stabil dan simple, dan menyerupai desain dari sistem UNIX.
Nama
Nama slackware diambil dari fakta bahwa distribusi ini dimulai dengan projek yang bersifat privat dan tidak ada komitmen tertentu. Untuk mencegah dianggap sebuah projek serius, Volkerding memberikan nama yang mengandung humor, walaupun slackware sudah menjadi projek yang serius.
Nama “Slack” dari Slackware berhubungan dengan “Slack” yang didefinisikan oleh Gereja dari SubGenius.
Sejarah
Slackware adalah turunan asli dari Softlanding Linux System, distribusi Linux original yang paling populer. SLS mendominasi pasar sampai akhirnya mereka membuat keputusan untuk mengganti executable format dari a.out menjadi ELF. Hal ini bukan merupakan keputusan yang tepat di antara user pada saat itu. Akhirnya Patrick Volkerding me-release versi modifikasi dari SLS yang diberi nama Slackware. Release pertama slackware pada tanggal 16 July 1993. Slackware tersedia dalam bentuk image yang berukuran disket yang disediakan oleh anonymus FTP. Slackware kemudian menggantikan SLS sebagai distribusi paling dominan saat itu.
Pada tahun 1999, nomor release slackware menunjukkan banyak peningkatan mulai dari 4 ke 7. Hal ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai usaha marketing untuk menunjukkan bahwa slackware merupakan distribusi Linux yang up-to-date yang sama dengan distribusi Linux yang lain.
Pada tahun 2005, lingkungan desktop GNOME dikeluarkan dari slackware. Dikeluarkannya GNOME dari slackware dianggap signidikan oleh komunitas Linux, karena lingkungan dekstop tersebut sudah banyak dijumpai di distribusi Linux yang lain. Karena itu, beberapa komunitas projek mulai menawarkan distribusi GNOME untuk slackware.
Filosofi desain
Beberapa orang menganggap slackware adalah contoh dari desain KISS. KISS bisa diartikan sebagai berikut “Keep It Simple & Stupid”, “Keep It Sweet & Simple”, and “Keep It Short & Simple”. Dalam konteks ini, “simple” dianggap sebagai tampilan yang simple bukan dari mudahnya penggunaan. Sebagian besar dari software slackware menggunakan konfigurasi orisinil dari pembuat software. Ini adalah alasan kenapa sedikit sekali Tools Grafik untuk konfigurasi sistem. Hal ini berdampak pada kemudahan penggunaan.
A. KAREKTERISTIK DAN PERBEDAAN VERSI
|
Kalau anda (calon) hacker, ingin otak-atik jeroan asli Linux, pasang Slackware. Pure, minimalist, transparent, performance oriented, adalah sebagian ciri yang akan membuat anda ngeh asiknya Linux Slackware adalah distro Linux generasi pertama yang mempopulerkan Linux (sekitar 93-94). Sebelum itu, kalau mau pasang Linux kita harus download kernel dari sini, bash dari sana, GNU compiler+utility dari situ lalu aplikasi anu dari sono. Repot sekali. Linux sendiri saat itu masih sederhana, belum banyak kembangannya. Makanya Slackware juga mudah diikuti. Ajaibnya, sekarang Linux berkembang jauh, Slackware masih mudah dimengerti. Itu karena slackware kukuh pada prinsip:
Slackware bukan buat newbies. Kalau anda sudah sedikit main di distro user-friendly, lalu ingin belajar lebih jauh, anda akan puas pindah ke Slackware. Saat ini di Laptop saya yang harddisk-nya hanya 6GB, Redhat tergusur Slackware. Sudah bertahun-tahun saya hanya main Redhat family (Redhat, Mandrake, Clark Connect, Trustix). Begitu coba Slackware, untuk pertama kalinya berani kompilasi kernel. Kompilasinya lama, bisa ditinggal tidur. Tapi setelah itu whoa …. kenceng rek. Setelah dirasa-rasa, Slackware itu ibarat VW kodok. Asik dioprek, oke dipakai, gaya buat gaul |
C. FITUR
· Linux 2.6.21.5 – Slackware Linux menggunakan kernel Linux yang modern dan memiliki performa tinggi. Kernel menyertakan dukungan untuk semua kontroller disk modern, LVM, Perangkat Lunak RAID, disk terenkripsi, dan banyak prosessor/core. Secara default, udev diaktifkan untuk manajemen otomatis dari node perangkat.
· HAL – HAL (Hardware Abstraction Layer) juga sudah disertakan. Perangkat lunak ini menyediakan API yang seragam untuk aplikasi desktop untuk menggunakan perangkat keras. Hal ini menyebabkan proses mount secara otomatis terhadap disk dan CD menjadi lebih mudah pada Xfce dan KDE.
· X11 7.2.0 – Ini merupakan versi pertam dari Slackware Linux yang menggunakan X secara modular. Hal ini berarti bahwa komponen X11 terpisah-pisah dalam banyak paket-paket kecil untuk perawatan yang lebih mudah serta proses upgrade yang lebih ringan.
· GCC 4.1.2 – Slackware Linux 12.0 menyertakan perangkat pengembangan yang sepenuhnya direvisi berbasis pada GNU Compiler Collection 4.1.2. GCC menyediakan kompiler untuk C, C++, Objective-C, Fortran-77/95, dan Ada 95. Sebagai tambahan, pustaka GNU C versi 2.5 juga sudah digunakan.
· Apache 2.2.4 – Apache diupgrade pada versi major yang baru. Apache 2.x adalah bentuk penulisan ulang yang cukup substansi dari seri 1.3.x.
· K Desktop Environment (KDE) 3.5.7 – Lingkungan KDE yang penuh disertakan, termasuk KOffice, browser web Konqueror, program multimedia, perangkat pengembangan, dan masih banyak aplikasi lain yang berguna.
· Xfce 4.4.1 – Xfce adalah lingkungan desktop yang ringan dan berbasis pada GTK2. Aplikasi ini menerapkan semangat dari UNIX
- PERINTAH, COMMAND DAN ARSITEKTUR
D. PERINTAH DAN COMMAND
|
Perintah & dipakai dibelakang perintah lain dan menjalankannya di background. Tujuannya adalah untuk membebaskan shell agar bisa dipergunakan menjalankan proses-proses yang lain. Lihat juga perintah bg dan fg. |
|
|
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. # adduser udin # passwd udin Selanjutnya Anda akan diminta memasukkan password untuk user udin. Isikan password untuk udin dua kali dengan kata yang sama. |
|
|
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankandengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb: $ alias dir=ls Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias. Lihat juga perintah unalias. |
|
|
Untuk memaksa sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskanshell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background. Lihat juga perintah fg. |
|
|
Menampilkan isi dari sebuah file di layar. $ cat namafile |
|
|
Change Directory atau untuk berpindah direktori dan saya kira Anda tidak akan menemui kesulitan menggunakan perintah ini karena cara penggunaanya mirip dengan perintah cd di DOS. |
|
|
Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb: # chgrp <grup baru> <file> |
|
|
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu r untuk read, w untuk write dan x untuk execute. Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin. Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah: $ chmod ug+rx coba1 Untuk mencabut ijin-ijin tersebut: $ chmod ug-rx coba1 Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untukuser, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute). Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah: $ chmod 700 coba2 Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah: $ chmod 644 coba3 |
|
|
Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori $ chown <user id> <file> |
|
|
Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2: $ cp <file1> <file2> |
|
|
Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground. Lihat juga perintah bg diatas. |
|
|
Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar: $ find . -name *.doc -print . /public/docs/account.doc . /public/docs/balance.doc . /public/docs/statistik/prospek.doc ./public/docs/statistik/presconf.doc |
|
|
Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan. $ grep <teks> <file> Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori: $ grep marginal <file> diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi prob.rtf: oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi prob.rtf: jika biaya marginal dan hasil marginal diketahui maka biaya total
|
|
|
Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana: $ gzip <namafile> Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip. |
|
|
Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown. |
|
|
Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem. [flory@localhost docs] $ hostname localhost.localdomain |
|
|
Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kita tentukan. Tujuannya adalah menghentikan proses. $ kill <sinyal> <pid> PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. |
|
|
Fungsinya seperti perintah more. |
|
|
Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya. |
|
|
Untuk keluar dari sistem. |
|
|
Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang. |
|
|
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah. $ man <perintah> |
|
|
Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk. $ mesg y atau mesg n Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain. |
|
|
Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS. |
|
|
Mempaging halaman, seperti halnya less |
|
|
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount. $ mount /dev/hda3 on / type ext2 (rw) none on /proc type proc (rw) /dev/hda1 on /dos type vfat (rw) /dev/hda4 on /usr type ext2 (rw) none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622) |
|
|
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori. |
|
|
Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter. |
|
|
Menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada. |
|
|
Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file. |
|
|
Untuk menghapus direktori kosong. |
|
|
Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del. |
|
|
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut. |
|
|
Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan: $ tail <jumlah baris> <file file ….> |
|
|
Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya. |
|
|
Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut: $ tar <aksi> <option> <file atau direktori> |
|
|
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan. # umount <filesystem> |
|
|
Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah: $ unalias dir |
|
|
Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan: $ unzip <namafile> |
|
|
Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan. # who Dear, everyone….. segera simpan pekerjaan kalian, server akan saya matikan 10 menit lagi. |
|
|
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya: $ who root ttyp0 May 22 11:44 flory ttyp2 May 22 11:59 pooh ttyp3 May 22 12:08 |
|
|
Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X. |
|
|
Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini: $ xset b <volume> <frekuensi> <durasi dalam milidetik> $ xset m <akselerasi> <threshold> |
|
|
Perintah ini akan membuat dan menambahkan file ke dalam file arsip zip. Lihat juga perintah gzip dan unzip. |
|
E. DIRECTORY
Perbedaan pertama yang mencolok antara Slackware Linux dan DOS atau sistem Windows adalah sistem berkasnya. Sebagai awal, kita tidak menggunakan nama huruf pada drive untuk membedakan partisi. Pada Linux, hanya terdapat satu direktori utama. Anda bisa menghubungkan ini dengan drive C: pada DOS. Setiap partisi dari sistem Anda di-mount pada direktori pada direktori utama. Ini seperti hard-disk yang selalu diperluas.
Kami menyebut direktori utama ini sebagai direktori root, dan ditandai dengan sebuah garis miring (/). Konsep ini mungkin terlihat aneh, tetapi sebetulnya membuat hidup Anda menjadi mudah ketika Anda hendak menambahkan ruang baru. Sebagai contoh, misalnya Anda kehabisan ruang pada drive yang digunakan untuk /home. Sebagian besar orang menginstall Slackware dan membuat satu drive root yang besar. Karena sebuah partisi dapat dimount pada sembarang direktori, Anda bisa datang ke toko dan membeli hard drive baru dan me-mountnya pada /home. Anda telah diberikan sebuah ruang baru pada sistem Anda. Dan semua tanpa harus memindahkan banyak hal.
Dibawah ini, Anda akan menemukan deskripsi dari banyak direktori utama pada Slackware.
bin
Program-program pengguna yang penting disimpan disini. Direktori ini merepresentasikan sekumpulan program-program dasar yang diperlukan seorang pengguna untuk menggunakan sistem. Hal-hal seperti shell dan perintah-perintah sistem berkas (ls, cp, dan sebagainya) disimpan disini. Direktori /bin biasanya tidak mengalami modifikasi setelah installasi. Jika ya, maka biasanya dalam bentuk upgrade paket yang kami sediakan.
boot
Berkas-berkas yang digunakan oleh Linux Loader (LILO). Direktori ini juga tidak terlalu banyak mengalami modifikasi setelah installasi. Kernel disimpan disini semenjak Slackware 8.1. Pada rilis awal Slackware, kernel disimpan pada /, tetapi yang sering dilakukan adalah dengan meletakkan kernel dan berkas-berkas yang berkaitan disini untuk memfasilitasi dual-boot.
dev
Semua pada Linux diperlakukan sebagai sebuah berkas, termasuk perangkat keras seperti port serial, hard disk, dan scanner. Untuk memperoleh akses pada perangkat ini, sebuah berkas khusus disebut node perangkat (node device) harus ada. semua node perangkat disimpan pada direktori /dev. Anda akan menemukan hal ini pada banyak sistem operasi berbasis-Unix.
etc
Direktori ini menyimpan berkas-berkas konfigurasi sistem. Semuanya dari berkas konfigurasi X Window, basis data pengguna, hingga script sistem. Administrator sistem akan terbiasa dengan direktori ini seiring dengan berjalannya waktu.
home
Linux adalah sistem operasi yang mendukung banyak pengguna. Setiap pengguna pada sistem diberikan sebuah account dan direktori yang unik untuk setiap berkas-berkas personal. Direktori ini disebut direktori home pengguna. Direktori /home disediakan sebagai lokasi default untuk direktori home pengguna.
lib
Pustaka-pustaka sistem yang diperlukan untuk operasi dasar disimpan disini. Pustaka C, dynamic loader, pustaka ncurses, dan modul kernel adalah sebagian dari yang disimpan disini.
mnt
Direktori ini berisi titik mount sementara untuk bekerja dengan hard disk atau drive yang dapat dipindahkan (removable). Disini Anda akan menemukan titik mount untuk CD-ROM dan drive disket Anda.
opt
Paket-paket perangkat lunak opsional. Ide dibalik /opt adalah setiap paket perangkat lunak diinstall pada /opt/software-package, yang memudahkan untuk dihapus kemudian. Slackware mendistribusikan beberapa hal pada /opt (seperti KDE pada /opt/kde), tetapi Anda bebas untuk menambahkan apa yang Anda inginkan pada /opt.
proc
Ini adalah direktori yang unik. Direktori ini bukan bagian dari sebuah sistem berkas, tetapi sistem berkas maya yang menyediakan akses ke informasi kernel. Beberapa bagian informasi kernel yang ingin Anda ketahui akan dibahas pada beberapa berkas pada direktori /proc. Anda juga dapat mengirimkan informasi pada kernel melalui beberapa berkas ini. Cobalah melakukan cat /proc/cpuinfo.
root
Administrator sistem dikenal sebagai root pada sistem. Direktori home root disimpan pada /root dan bukan pada /home/root. Alasannya mudah. Bagaimana jika /home berada pada partisi yang berbeda dengan / dan jika tidak bisa dimount?? root akan mencoba login dan memperbaiki masalah. Jika direktori homenya berada pada sistem berkas yang rusak, maka root akan kesulitan dalam proses login.
sbin
Program-program yang penting yang akan dijalankan oleh root dan selama proses boot sistem disimpan disini. Pengguna normal tidak akan menjalankan program pada direktori ini.
tmp
Lokasi penyimpanan sementara. Semua pengguna memiliki hak akses baca dan tulis pada direktori ini.
usr
Ini adalah direktori besar pada sistem Linux. Semua berkas yang tersisa akan disimpan disini, program, dokumentasi, kode sumber kernel, dan sistem X Window. Ini adalah direktori dimana Anda akan meletakkan program-program yang diinstall.
var
Berkas-berkas log sistem, data cache, dan berkas pengunci program akan disimpan disini. Ini adalah direktori untuk data-data yang sering berubah.
Sekarang Anda memiliki informasi tentang direktori apa mengandung apa pada sistem berkas. Informasi lebih detail tentang layout sistem berkas tersedia pada halaman manual hier(7). Bagian berikutnya akan membantu Anda menemukan berkas dengan lebih mudah, sehingga Anda tidak perlu melakukannya secara manual.
Menemukan Berkas
Anda tahu apa yang disimpan dalam setiap direktori utama, tetapi masih saja tidak membantu Anda menemukan sesuatu. Maksud saya, Anda bisa mencari pada banyak direktori, tetapi terdapat cara yang lebih cepat. Terdapat empat perintah pencarian utama yang tersedia pada Slackware.
which
Perintah yang pertama adalah which(1). which biasanya digunakan untuk mencari sebuah program dengan cepat. Program hanya mencari PATH Anda dan mengembalikan nilai pertama yang ditemukannya dan juga path direktori. Ambil contoh berikut:
% which bash
/bin/bash
|
Dari apa yang Anda lihat bahwa bash berada pada direktori /bin. Ini adalah perintah yang sangat terbatas untuk pencarian, karena hanya mencari PATH Anda.
whereis
Perintah whereis(1) bekerja serupa dengan which, tetapi dapat menemukan halaman manual dan berkas sumber. Sebuah pencarian whereis untuk bash akan menghasilkan:
% whereis bash
bash: /bin/bash /usr/bin/bash /usr/man/man1/bash.1.gz
|
Perintah ini tidak hanya memberitahu Anda dimana program aktual berada, tetapi juga dokumentasi online. Meski demikian, perintah ini tetap terbatas. Bagaimana jika Anda hendak mencari berkas konfigurasi spesifik? Anda tidak bisa menggunakan which atau whereis untuk itu.
find
Perintah find(1) mengijinkan pengguna untuk mencari sistem berkas dari sekumpulan koleksi predikat pencarian. Pengguna dapat menentukan sebuah pencarian dengan wildcard nama berkas, sebuah range dari waktu modifikasi atau pembuatan, atau properti lain yang lebih canggih. Sebagai contoh, untuk mencari berkas default dari xinitrc pada sistem, perinta berikut akan digunakan.
% find / -name xinitrc
/var/X11R6/lib/xinit/xinitrc
|
find membutuhkan sedikit waktu selama berjalan, karena harus menjelajahi seluruh pohon direktori root. Dan jika perintah ini dijalankan sebagai pengguna biasa, akan terdapat pesan kesalahan yang berhubungan dengan hak akses pada direktori yang hanya boleh dilihat oleh root. Tetapi find found menemukan berkas kita, jadi itu bagus. Hanya saja jika ia dapat sedikit lebih cepat…
slocate
Perintah slocate(1) mencari keseluruhan sistem berkas, seperti yang dilakukan perintah find, tetapi ia mencari basis data dan bukan pada sistem berkas aktual. Basis data ditentukan untuk diupdate setiap pagi, sehingga Anda memiliki daftar berkas yang baru dari sistem Anda. Anda bisa secara manual menjalankan updatedb(1) untuk mengupdate basis data slocate (sebelum menjalankan updatedb secara manual, Anda harus su ke pengguna root). Berikut adalah contoh saat slocate beraksi:
% slocate xinitrc # kita tidak perlu menjadi root
/var/X11R6/lib/xinit/xinitrc
/var/X11R6/lib/xinit/xinitrc.fvwm2
/var/X11R6/lib/xinit/xinitrc.openwin
/var/X11R6/lib/xinit/xinitrc.twm
|
Kita mendapatkan lebih dari apa yang hendak kita cari dan cepat. Dengan perintah ini, Anda akan dapat menemukan apapun yang hendak Anda cari pada sistem Linux Anda.
Direktori /etc/rc.d
Berkas-berkas inisialisasi sistem disimpan pada direktori /etc/rc.d. Slackware menggunakan layout BSD-style untuk berkas-berkas inisialisasinya dan bukan script init System V, yang cenderung membuat perubahan konfigurasi lebih susah tanpa menggunakan program yang didesain secara khusus untuk itu. Pada script init BSD, setiap runlevel diberikan sebuah berkas rc. Pada System V, setiap runlevel diberikan direktorinya masing-masing, dan setiap direktori berisi sejumlah init scripts. Hal ini menyediakan struktur yang terorganisasi dan lebih mudah untuk diatur.
Terdapat beberapa kategori pada berkas-berkas inisialisasi. Kategori-kategori ini adalah system startup, runlevel, inisialisasi jaringan, dan kompatibilitas dengan System V. Seperti tradisi, kita akan melewati yang lain pada kategori lain pada bagian yang lain.
System Startup
Program pertama yang dijalankan pada Slackware selain kernel Linux adalah init(8). Program ini akan membaca berkas /etc/inittab(5) untuk melihat bagaimana menjalankan sistem. Program akan menjalankan script /etc/rc.d/rc.S untuk mempersiapkan sistem sebelum masuk pada runlevel yang Anda inginkan. Berkas rc.S mengaktifkan memori virtual Anda, me-mount sistem berkas Anda, membersihkan beberapa direktori log, menginisialisasi perangkat Plug and Play, memuat modul kernel, mengkonfigurasi perangkat PCMCIA, mempersiapkan port serial, dan menjalankan System V init scripts (jika ada). Jelas rc.S memiliki banyak pekerjaan, tetapi berikut adalah beberapa script pada /etc/rc.d yang akan dipanggil oleh rc.S untuk menyelesaikannya pekerjaannya:
rc.S
Ini adalah script inisialisasi sistem yang sesungguhnya.
rc.modules
Memuat modul kernel. Beberapa hal seperti kartu jaringan, dukungan PPP, dan hal-hal lain akan dimuat disini. Jika script ini menemukan rc.netdevice, maka ia akan menjalankan script itu juga.
rc.pcmcia
Mencoba melakukan pendeteksian dan mengkonfigurasi perangkat PCMCIA yang Anda miliki pada sistem Anda. Hal ini berguna untuk pengguna laptop, yang biasanya memiliki modem PCMCIA atau kartu jaringan.
rc.serial
Mengkonfigurasi port serial Anda dengan menjalankan perintah setserial.
rc.sysvinit
Mencari script init System V untuk runlevel yang diinginkan dan menjalankannya. Hal ini akan dijelaskan lebih detail dibawah.
Script Inisialisasi Runlevel
Setelah inisialisasi sistem selesai, init berpindah pada inisialisasi runlevel. Sebuah runlevel menggambarkan kondisi dimana sistem Anda akan berjalan. Tampak redundan? Runlevel memberitahu init jika Anda ingin menerima login banyak pengguna atau hanya pengguna tunggal, baik Anda ingin layanan jaringan atau tidak, dan apakah Anda hendak menggunakan Sistem X Window atau agetty(8) untuk menangani login. Berkas-berkas dibawah ini mendefinisikan perbedaan runlevel pada Slackware Linux.
rc.0
Menghentikan sistem (runlevel 0). Secara default, ini dihubungkan ke rc.6.
rc.4
Startup banyak pengguna (runlevel 4), tetapi pada X11 dengan KDM, GDM, atau XDM sebagai manajer login.
rc.6
Reboot sistem (runlevel 6).
rc.K
Startup pada mode pengguna tunggal (runlevel 1).
rc.M
Mode banyak pengguna (runlevels 2 dan 3), tetapi dengan login standar berbasis-teks. Ini adalah runlevel default pada Slackware.
F. PEMROGRAMAN YANG BISA DIJALANKAN
- Bahasa Assembler
- Java
- bahasa C
- PHP
- MysQl
FEDORA CORE
A. SEJARAH
Fedora (sebelumnya disebut Fedora Core) adalah distribusi Linux berbasis RPM dan yum, dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung komunitas dan disponsori oleh Red Hat. Fedora merupakan sistem operasi yang lengkap, hanya memuat perangkat lunak bebas dan Open Source dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, Rlis baru Fedora keluar setiap enam bulan. Fedora diturunkan dari distribusi Red Hat Linux asli dan ditujukan untuk menggantikan distribusi Red Hat Linux bagi pengguna rumahan. Bantuan untuk Fedora datang dari komunitas yang lebih besar, sementara Red Hat mempekerjakan banyak pengembang Fedora tetapi tidak menyediakan dukungan dan layanan penjualan resmi untuk distribusinya.
Latar Belakang
Fedora didistribusikan dalam bentuk sebuah live CD yang dapat diinstal atau image seukuran DVD yang tersedia untuk arsitektur x86 dan x86_64. Image DVD versi biasa juga tersedia untuk arsitektur x86_64 dan PPC. Fedora sebelum versi 7 dulu didistribusikan dalam paket 5 CD dimana hanya dua CD pertama yang diperlukan untuk instalasi dasar. Kini, Live images telah menggantikannya. Instalasi jaringan melalui HTTP, FTP dan NFS juga didukung. GNOME adalah desktop environment standar Fedora, KDE juga dimasukkan di DVD dan KDE Live image, sementara desktop environment XFCE tersedia di repositori. Boot loader standar untuk Fedora adalah GNU GRUB. Fedora dirancang untuk dapat diinstal dan dikonfigurasi dengan mudah, meliputi paket alat konfigurasi & installer berbasis teks & grafis sederhana.
Fedora ditujukan untuk didistribusikan melalui media CD dan DVD sehingga hanya memuat sedikit paket. Terdapat beberapa repositori perangkat lunak yang menyediakan perangkat lunak tambahan untuk melengkapai distribusinya. Repositori yang resmi memuat Fedora dengan sebuah image dari sistem secara keseluruhan beserta update Fedora dengan versi yang baru. Repositori resmi Fedora memuat hampir 8000 paket. Banyak juga repositori tak resmi yang menyediakan perangkat lunak tambahan yang tidak dipaketkan bersama Fedora, baik karena alasan copyright atau paten.
Repositori Perangkat Lunak
Sejak rilis Fedora 7, Fedora mempunyai satu repositori utama perangkat lunak. Setelah itu, Fedora mempunyai dua repositori utama perangkat lunak: Fedora core untuk paket-paket dasar, dan Fedora Extras untuk paket-paket yang tidak didistribusikan bersama core. Keduanya kemudian digabung bersama rilis Fedora 7.
Fedora Core
Fedora Core adalah repositori perangkat lunak yang memuat paket-paket dasar terintegrasi dengan Fedora yang dikembangkan oleh Red Hat. Fedora Core tersedia di media.
Fedora Extras
Fedora Extras adalah repositori untuk paket-paket yang dikembangkan oleh komunitas sukarelawan dan tidak didistribusikan bersama distribusi Fedora Core dasar. Paket-paket ekstra umumnya bisa didapat secara online, dan dapat di-download menggunakan yum atau paket pengelola perangkat lunak lainnya. Fedora Extras hanya tersedia untuk Fedora Core 3 sampai Fedora Core 6, setelah itu Fedora Core dan Fedora Extras digabungkan. Untuk versi sebelum FC3 terdapat repositori yang dinamakan fedora.us yang merupakan basis bagi Fedora Extras. Walaupun begitu, Fedora Extras tidak memodifikasi atau menimpa (overwrite) paket-paket dari Fedora Core seperti yang dilakukan Fedora.us.
Fedora Legacy
Fedora Legacy adalah repositori yang memperlama siklus hidup Fedora dan beberapa rilis Red Hat Linux yang dikembangkan oleh komunitas sukarelawan. Usaha ini dihentikan sebelum rilis Fedora 7. Pada saat yang sama, Fedora Project memperlama siklus hidup distribusi dari sekitar 9 bulah menjadi sekitar 13 bulan.
Fitur-Fitur Keamanan
Fedora mempunyai fitur-fitur keamanan tambahan yang kebanyakan distribusi Linux tidak menyertakannya.
SELinux
Fedora memasukkan Security Enhanced Linux sebagai satu varian Linux yang mengimplementasikan bermacam-macam kebijakan keamanan, termasuk U.S. Department of Defense style mandatory access control, melalui penggunaan Linux Security Modul (LSM) dalam kernel Linux. Fedora merupakan sistem operasi pertama yang menyediakan keamanan berbasis MAC (Mandatory Access Control). SELinux pertama kali diperkenalkan di Fedora Core 2.
Pencegahan Buffer Overflow
Fedora memiliki metode untuk mencegah penggunaan buffer overflow dengan menjalankan pengecekan buffer waktu kompilasi. Fedora juga menggunakan Exec-Shield yang menggunakan fitur-fitur di prosesor modern untuk menghentikan buffer overflow.
Pelarangan Akses terhadap Memori Kernel
Fedora juga melarang memori kernel (/dev/mem) untuk dapat ditimpa, sehingga sistem menjadi lebih aman.
Distribusi Berbasis Fedora
- Berry Linux, distribusi berbasis Fedora berukuran sedang yang menyediakan dukungan bagi bahasa Jepang dan Inggris.
- FoX Linux, distribusi berbasis Fedora buatan Italia, dirancang untuk tugas komputasi rumahan seperti browsing web, menulis dan mencetak dokumen, menggunakan multimedia, dan membakar CD.
- BLAG Linux dan GNU, Fedora dengan 1 CD dan sistem apt Debian
- LinuxTLE, sebuah distribusi di Thailand yang dibuat oleh NECTEC
- MythDora, distribusi berbasis kemampuan MythTV media center
- Yellow Dog Linux, distribusi berbasis Fedora untuk platform PowerPC
- Ekaaty, distribusi berbasis Fedora dari Brazil
- Aurora SPARC Linux, distribusi berbasis Fedora untuk platform SPARC
- YOPER
- BlankOn, distribusi berbasis Fedora di Indonesia, dikembangkan oleh YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia)
- ASPLinux, distribusi Rusia berbasis Fedora yang memasukkan installer-nya sendiri. ASPLinux juga memasukkan driver NVIDIA dan ATI, juga mendukung codecs proprietary untuk audio dan video.
Linux XP adalah distribusi Linux komersial yang bertujuan untuk menggantikan Windows XP sebagai sistem operasi untuk keperluan rumahan
B. KARAKTERISTIK
Fedora (sebelumnya bernama Fedora Core, terkadang disebut juga dengan Fedora Linux) adalah sebuah distro Linux berbasis RPM dan yum yang dikembangkan oleh Fedora Project yang didukung oleh komunitas pemrogram serta disponsori oleh Red Hat. Nama Fedora berasal dari karakter fedora yang digunakan di logo Red Hat. Pada rilis 1 sampai 6 distro ini bernama Fedora Core yang kemudian berubah menjadi Fedora pada rilis ke-7
Fedora Core 4
Pada semester pertama 2003, Red Hat mengumumkan untuk tidak lagi menjual produk konsumennya secara terpisah, dan melepasnya sebagai unit semi otonom yang diberi nama Red Hat Linux Project. Proyek ini melanjutkan produksi versi konseumen, tapi kali ini sebagai produk gratis yang melibatkan komunitas Linux.
Fedora Core adalah distro besutan Red Hat Project setelah bergabung dengan Fedora Project, sebuah proyek komunitas yang mengkhususkan diri membuat berbagai paket aplikasi untuk dijalankan di Red Hat Linux.
Melihat sejarahnya, Fedora Core jelas merupakan hasil evolusi dari Red Hat Linux yang berhenti di versi 9. Karena hasil evolusi, Fedora Core memiliki penampilan, “rasa”, dan fungsionalitas khas Red Hat Linux.
Fedora Core 4, dirilis tanggal 13 Juni 2005, adalah rilis terbaru dari Fedora Project yang menawarkan banyak perbaikan dan feature baru dibanding versi pendahulunya. Fedora Core 4 memuat semua update software terbaru, termasuk GNOME 2.10 dan KDE 3.4 yang semakin cantik dan menunjang kinerja.
Fedora Core 4 dapat dibakar ke empat keping CD atau sebuah DVD. Distro ini tidak menggunakan live CD dan harus diinstall ke harddisk. Instalasi Fedora Core 4 mudah, dan tidak banyak berubah dari rilis sebelumnya. Fedora menggunakan installer Anaconda yang berbasis grafik sehingga mudah diikuti. Distro ini juga dapat bekerja dengan baik di berbagai spesifikasi sistem tanpa perlu ngoprek di command line. Kabar baik untuk para pengguna komputer Apple, Fedora Core 4 kini mendukung penuh arsitektur CPU PowerPC, sehingga dapat dijalankan di prosesor Apple G3, G4, bahkan G5. Dengan begitu, kini pengguna Apple memiliki alternatif sistem operasi yang stabil selain Mac OS X.
C. FITUR
Beberapa paket dihilangkan dari rilis ini (contohnya abiword, xmms, exim) karena sama fungsinya dengan paket yang sudah ada, beberapa lainnya ditambahkan. Paket baru di antaranya adalah pembaca PDF Envice, OpenOffice 2.0 Beta, dan compiler GCC4. Sebuah feature yang menarik adalah dimasukkannya paket Xen secara default ke Fedora Core 4. Xen memungkinkan beberapa virtual computer untuk berjalan pada sebuah sistem fisik tunggal.
Kemudahan meng-install software tambahan disediakan oleh RPM (Red Hat Package Manager). Besarnya pangsa pasar yang dimiliki oleh Red Hat membuat RPM untuk Fedora tersedia melimpah di Web. Anda dengan mudah dapat memperoleh RPM yang pas untuk kebutuhan Anda.
Salah satu kelebihan Fedora Core 4 sebagai distro premium adalah tingkat sekuriti yang ditawarkan. Amannya Fedora Core 4 membuatnya ideal bukan hanya untuk lingkungan desktop tapi juga untuk lingkungan server dimana stabilitas dan sekuriti sangatlah penting. Sekuriti Fedora Core 4 diperkokoh dengan adanya paket SELinux (Security-Enhanced Linux) yang memperketat privilese sistem untuk beberapa daemon UNIX.
Terkait dengan bagaimana Fedora Project nampaknya membuat satu kaki Fedora Core menapak di ranah personal desktop sementara satu kaki lain menapak di dunia server, ada keluhan tentang dukungan multimedia Fedora Core. Fedora Core seringkali harus sedikit dioprek agar kompatibel dengan beberapa perangkat multimedia tertentu. Selain itu, karena lisensinya yang open source, secara default Fedora Core tidak dapat menjalankan beberapa format media proprietary seperti Windows Media, MP3, atau DVD.
Secara keseluruhan, Fedora Core menjanjikan sebuah distro yang mapan, aman, dan padat feature. Satu hal lagi, komunitas pengguna distro paling populer di Amerika ini termasuk paling besar sehingga Anda tidak perlu khawatir memecahkan kesulitan Anda sendirian tanpa bantuan.
D. PERINTAH, COMMAND DAN ARSITEKTUR
Command Line
Seperti halnya bila kita mengetikkan perintah di DOS, command line atau baris perintah di Linux juga diketikkan di prompt dan diakhiri enter untuk mengeksekusi perintah tersebut. Baris perintah merupakan cara yang lebih efisien untuk melakukan sesuatu pekerjaan oleh karena itu pemakai Linux tetap mengandalkan cara ini untuk bekerja. Sebaiknya pemula juga harus mengetahui dan sedikitnya pernah menggunanakan perintah baris ini karena suatu saat pengetahuan akan perintah-perintah ini bisa sangat diperlukan.
Saya mengumpulkan beberapa perintah dasar yang mungkin kelak akan sering digunakan terutama oleh para pemula. Perhatian: pengetahuan akan perintah-perintah yang lain akan segera bertambah seiring dengan kemajuan Anda menguasai sistem operasi Linux ini.
Penjelasan masing-masing perintah akan dipersingkat saja dan untuk mengetahui lebih detail lagi fungsi-fungsi suatu perintah, Anda dapat melihat manualnya, misalnya dengan mengetikkan perintah man:
$ man ls
Manual tersebut akan menampilkan bagaimana cara penggunaan perintah lsitu secara lengkap.
|
|
||||||||
|
& |
|
|
Perintah & dipakai dibelakang perintah lain dan menjalankannya di background. Tujuannya adalah untuk membebaskan shell agar bisa dipergunakan menjalankan proses-proses yang lain. Lihat juga perintah bg dan fg. |
|
|
Adduser |
|
|
Biasanya hanya dilakukan oleh root untuk menambahkan user atau account yg baru. Setelah perintah ini bisa dilanjutkan dengan perintah passwd, yaitu perintah untuk membuat password bagi user tersebut. # adduser udin # passwd udin Selanjutnya Anda akan diminta memasukkan password untuk user udin. Isikan password untuk udin dua kali dengan kata yang sama. |
|
|
Alias |
|
|
Digunakan untuk memberi nama lain dari sebuah perintah. Misalnya bila Anda ingin perintah ls dapat juga dijalankandengan mengetikkan perintah dir, maka buatlah aliasnya sbb: $ alias dir=ls Untuk melihat perintah-perintah apa saja yang mempunyai nama lain saat itu, cukup ketikkan alias. Lihat juga perintah unalias. |
|
|
Bg |
|
|
Untuk memaksa sebuah proses yang dihentikan sementara(suspend) agar berjalan di background. Misalnya Anda sedang menjalankan sebuah perintah di foreground (tanpa diakhiri perintah &) dan suatu saat Anda membutuhkan shell tersebut maka Anda dapat memberhentikan sementara perintah tersebut dengan Ctrl-Z kemudian ketikan perintah bg untuk menjalakannya di background. Dengan cara ini Anda telah membebaskanshell tapi tetap mempertahankan perintah lama berjalan di background. Lihat juga perintah fg. |
|
|
Cat |
|
|
Menampilkan isi dari sebuah file di layar. $ cat namafile |
|
|
Cd |
|
|
Change Directory atau untuk berpindah direktori dan saya kira Anda tidak akan menemui kesulitan menggunakan perintah ini karena cara penggunaanya mirip dengan perintah cd di DOS. |
|
|
Chgrp |
|
|
Perintah ini digunakan untuk merubah kepemilikan kelompok file atau direktori. Misalnya untuk memberi ijin pada kelompok atau grup agar dapat mengakses suatu file. Sintaks penulisannya adalah sbb: # chgrp <grup baru> <file> |
|
|
Chmod |
|
|
Digunakan untuk menambah dan mengurangi ijin pemakai untuk mengakses file atau direktori. Anda dapat menggunakan sistem numeric coding atau sistem letter coding. Ada tiga jenis permission/perijinan yang dapat dirubah yaitu r untuk read, w untuk write dan x untuk execute. Dengan menggunakan letter coding, Anda dapat merubah permission diatas untuk masing-masing u (user), g (group), o (other) dan a (all) dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah ijin dan tanda minus (-) untuk mencabut ijin. Misalnya untuk memberikan ijin baca dan eksekusi file coba1 kepada owner dan group, perintahnya adalah: $ chmod ug+rx coba1 Untuk mencabut ijin-ijin tersebut: $ chmod ug-rx coba1 Dengan menggunakan sitem numeric coding, permission untukuser, group dan other ditentukan dengan menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4 (read), 2 (write) dan 1 (execute). Misalnya untuk memberikan ijin baca(4), tulis(2) dan eksekusi(1) file coba2 kepada owner, perintahnya adalah: $ chmod 700 coba2 Contoh lain, untuk memberi ijin baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user, baca(4) saja kepada group dan other, perintahnya adalah: $ chmod 644 coba3 |
|
|
Chown |
|
|
Merubah user ID (owner) sebuah file atau direktori $ chown <user id> <file> |
|
|
Cp |
|
|
Untuk menyalin file atau copy. Misalnya untuk menyalin file1 menjadi file2: $ cp <file1> <file2> |
|
|
Fg |
|
|
Mengembalikan suatu proses yang dihentikan sementar(suspend) agar berjalan kembali di foreground. Lihat juga perintah bg diatas. |
|
|
Find |
|
|
Untuk menemukan dimana letak sebuah file. Perintah ini akan mencari file sesuai dengan kriteria yang Anda tentukan. Sintaksnya adalah perintah itu sendiri diikuti dengan nama direktori awal pencarian, kemudian nama file (bisa menggunakan wildcard, metacharacters) dan terakhir menentukan bagaimana hasil pencarian itu akan ditampilkan. Misalnya akan dicari semua file yang berakhiran .doc di current direktori serta tampilkan hasilnya di layar: $ find . -name *.doc -print . /public/docs/account.doc . /public/docs/balance.doc . /public/docs/statistik/prospek.doc ./public/docs/statistik/presconf.doc |
|
|
Grep |
|
|
Global regular expresion parse atau grep adalah perintah untuk mencari file-file yang mengandung teks dengan kriteria yang telah Anda tentukan. $ grep <teks> <file> Misalnya akan dicari file-file yang mengandung teks marginal di current direktori: $ grep marginal <file> diferent.doc: Catatan: perkataan marginal luas dipergunakan di dalam ilmu ekonomi prob.rtf: oleh fungsi hasil marginal dan fungsi biaya marginal jika fungsi prob.rtf: jika biaya marginal dan hasil marginal diketahui maka biaya total
|
|
|
Gzip |
|
|
Ini adalah software kompresi zip versi GNU, fungsinya untuk mengkompresi sebuah file. Sintaksnya sangat sederhana: $ gzip <namafile> Walaupun demikian Anda bisa memberikan parameter tertentu bila memerlukan kompresi file yang lebih baik, silakan melihat manual page-nya. Lihat juga file tar, unzip dan zip. |
|
|
Halt |
|
|
Perintah ini hanya bisa dijalankan oleh super useratau Anda harus login sebagai root. Perintah ini untuk memberitahu kernel supaya mematikan sistem atau shutdown. |
|
|
Hostname |
|
|
Untuk menampilkan host atau domain name sistem dan bisa pula digunakan untuk mengesset nama host sistem. [flory@localhost docs] $ hostname localhost.localdomain |
|
|
Kill |
|
|
Perintah ini akan mengirimkan sinyal ke sebuah proses yang kita tentukan. Tujuannya adalah menghentikan proses. $ kill <sinyal> <pid> PID adalah nomor proses yang akan di hentikan. |
|
|
Less |
|
|
Fungsinya seperti perintah more. |
|
|
Login |
|
|
Untuk masuk ke sistem dengan memasukkan login ID atau dapat juga digunakan untuk berpindah dari user satu ke user lainnya. |
|
|
Logout |
|
|
Untuk keluar dari sistem. |
|
|
Ls |
|
|
Menampilkan isi dari sebuah direktori seperti perintah dir di DOS. Anda dapat menggunakan beberapa option yang disediakan untuk mengatur tampilannya di layar. Bila Anda menjalankan perintah ini tanpa option maka akan ditampilkan seluruh file nonhidden(file tanpa awalan tanda titik) secara alfabet dan secara melebar mengisi kolom layar. Option -la artinya menampilkan seluruh file/all termasuk file hidden(file dengan awalan tanda titik) dengan format panjang. |
|
|
Man |
|
|
Untuk menampilkan manual page atau teks yang menjelaskan secara detail bagaimana cara penggunaan sebuah perintah. Perintah ini berguna sekali bila sewaktu-waktu Anda lupa atau tidak mengetahui fungsi dan cara menggunakan sebuah perintah. $ man <perintah> |
|
|
Mesg |
|
|
Perintah ini digunakan oleh user untuk memberikan ijin user lain menampilkan pesan dilayar terminal. Misalnya mesg Anda dalam posisi y maka user lain bisa menampilkan pesan di layar Anda dengan write atau talk. $ mesg y atau mesg n Gunakan mesg n bila Anda tidak ingin diganggu dengan tampilan pesan-pesan dari user lain. |
|
|
Mkdir |
|
|
Membuat direktori baru, sama dengan perintah md di DOS. |
|
|
More |
|
|
Mempaging halaman, seperti halnya less |
|
|
Mount |
|
|
Perintah ini akan me-mount filesystem ke suatu direktori atau mount-point yang telah ditentukan. Hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini. Untuk melihat filesystem apa saja beserta mount-pointnya saat itu, ketikkan perintah mount. Perintah ini dapat Anda pelajari di bab mengenai filesystem. Lihat juga perintah umount. $ mount /dev/hda3 on / type ext2 (rw) none on /proc type proc (rw) /dev/hda1 on /dos type vfat (rw) /dev/hda4 on /usr type ext2 (rw) none on /dev/pts type devpts (rw,mode=0622) |
|
|
Mv |
|
|
Untuk memindahkan file dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Bila argumen yang kedua berupa sebuah direktori maka mv akan memindahkan file ke direktori tersebut. Bila kedua argumen berupa file maka nama file pertama akan menimpa file kedua. Akan terjadi kesalahan bila Anda memasukkan lebih dari dua argumen kecuali argumen terakhir berupa sebuah direktori. |
|
|
Passwd |
|
|
Digunakan untuk mengganti password. Anda akan selalu diminta mengisikan password lama dan selanjutnya akan diminta mengisikan password baru sebanyak dua kali. Password sedikitnya terdiri dari enam karakter dan sedikitnya mengandung sebuah karakter. |
|
|
Pwd |
|
|
Menampilkan nama direktori dimana Anda saat itu sedang berada. |
|
|
Rm |
|
|
Untuk menghapus file dan secara default rm tidak menghapus direktori. Gunakan secara hati-hati perintah ini terutama dengan option -r yang secara rekursif dapat mengapus seluruh file. |
|
|
Rmdir |
|
|
Untuk menghapus direktori kosong. |
|
|
Shutdown |
|
|
Perintah ini untuk mematikan sistem, seperti perintah halt. Pada beberapa sistem anda bisa menghentikan komputer dengan perintah shutdown -h now dan merestart sistem dengan perintah shutdown -r now atau dengan kombinasi tombol Ctr-Alt-Del. |
|
|
Su |
|
|
Untuk login sementara sebagai user lain. Bila user ID tidak disertakan maka komputer menganggap Anda ingin login sementara sebagai super user atau root. Bila Anda bukan root dan user lain itu memiliki password maka Anda harus memasukkan passwordnya dengan benar. Tapi bila Anda adalah root maka Anda dapat login sebagai user lain tanpa perlu mengetahui password user tersebut. |
|
|
Tail |
|
|
Menampilkan 10 baris terakhir dari suatu file. Default baris yang ditampilkan adalah 10 tapi Anda bisa menentukan sendiri berapa baris yang ingin ditampilkan: $ tail <jumlah baris> <file file ….> |
|
|
Talk |
|
|
Untuk mengadakan percakapan melalui terminal. Input dari terminal Anda akan disalin di terminal user lain, begitu sebaliknya. |
|
|
Tar |
|
|
Menyimpan dan mengekstrak file dari media seperti tape drive atau hard disk. File arsip tersebut sering disebut sebagai file tar. Sintaknya sebagai berikut: $ tar <aksi> <option> <file atau direktori> |
|
|
Umount |
|
|
Adalah kebalikan dari perintah mount, yaitu untuk meng-unmount filesystem dari mount-pointnya. Setelah perintah ini dijalankan direktori yang menjadi mount-point tidak lagi bisa digunakan. # umount <filesystem> |
|
|
Unalias |
|
|
Kebalikan dari perintah alias, perintah ini akan membatalkan sebuah alias. Jadi untuk membatalkan alias dir seperti telah dicontohkan diatas, gunakan perintah: $ unalias dir |
|
|
Unzip |
|
|
Digunakan untuk mengekstrak atau menguraikan file yang dikompres dengan zip. Sintaknya sederhana dan akan mengekstrak file yang anda tentukan: $ unzip <namafile> |
|
|
Wall |
|
|
Mengirimkan pesan dan menampilkannya di terminal tiap user yang sedang login. Perintah ini berguna bagi superuser atau root untuk memberikan peringatan ke seluruh user, misalnya pemberitahuan bahwa server sesaat lagi akan dimatikan. # who Dear, everyone….. segera simpan pekerjaan kalian, server akan saya matikan 10 menit lagi. |
|
|
Who |
|
|
Untuk menampilkan siapa saja yang sedang login. Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai login name, jenis terminal, waktu login dan remote hostname untuk setiap user yang saat itu sedang login. Misalnya: $ who root ttyp0 May 22 11:44 flory ttyp2 May 22 11:59 pooh ttyp3 May 22 12:08 |
|
|
xhost + |
|
|
Perintah ini digunakan untuk memberi akses atau menghapus akses(xhost -) host atau user ke sebuah server X. |
|
|
Xset |
|
|
Perintah ini untuk mengeset beberapa option di X Window seperti bunyi bel, kecepatan mouse, font, parameter screen saver dan sebagainya. Misalnya bunyi bel dan kecepatan mouse dapat Anda set menggunakan perintah ini: $ xset b <volume> <frekuensi> <durasi dalam milidetik> $ xset m <akselerasi> <threshold> |
|
|
Zip |
|
|
Perintah ini akan membuat dan menambahkan file ke dalam file arsip zip. Lihat juga perintah gzip dan unzip. |
|
E. DIRECTORY
Sistem operasi menyimpan data pada sistem berkas. Sistem berkas adalah sebuah struktur menyerupai pohon dari direktori yang menyimpan berkas, seperti sistem operasi, program pengguna, dan data pengguna. Sebagian besar sistem berkas juga dapat menyimpan berbagai macam meta data tentang berkas dan direktori, misalnya waktu akses dan modifikasi. Pada GNU/Linux hanya terdapat satu hirarki sistem berkas, yang berarti GNU/Linux tidak memiliki huruf pada drive (misalnya A:, C:, D:) untuk sistem berkas yang berbeda, seperti DOS dan Windows. Sistem berkas menyerupai sebuah pohon dengan direktori root (yang tidak memiliki direktori induk)), cabang, dan daun (direktori tanpa sub direktori). Direktori root ditandai dengan grais miring (slash) (“/”). Direktori dipisahkan dengan karakter yang sama.
Gambar 4.2. Struktur sistem berkas
Gambar 4.2, “Struktur sistem berkas” menampilkan struktur dari sistem berkas. Anda bisa melihat bahwa direktori root / memiliki dua direktori anak: bin dan home. Direktori home memiliki dua direktori anak, joe dan jack. Diagram menampilkan nama path penuh dari setiap direktori. Notasi yang sama digunakan untuk berkas. Misalkan terdapat sebuah berkas bernama memo.txt pada direktori /home/jack, path lengkap dari berkas tersebut adalah /home/jack/memo.txt.
Setiap direktori memiliki dua catatan khusus, “.”, dan “..”. Yang pertama mengacu pada direktori itu sendiri, sedangkan yang kedua mengacu pada direktori induk. Catatan ini bisa digunakan untuk membuat path relatif. Jika Anda bekerja pada direktori jack, Anda bisa mengacu direktori /home/joe dengan ../joe.
4.2.2. Melakukan mount
Anda mungkin heran bagaimana mungkin mengakses perangkat atau partisi lain selain partisi hard disk yang menyimpan sistem berkas root. Linux mengijinkan administrator sistem menghubungkan sebuah perangkat pada sembarang direktori pada struktur sistem berkas. Proses ini disebut dengan mount. Sebagai contoh, kita bisa melakukan mount terhadap drive CD-ROM pada direktori /cdrom. Jika proses mount dilakukan dengan benar, berkas pada CD-ROM bisa diakses pada direktori ini. Proses mount dijelaskan secara detail pada Bagian 8.8, “Melakukan mount sistem berkas”.
4.2.3. Direktori-direktori umum
Filesystem Hierarchy Standard Group sudah mencoba untuk membuat sebuah standar yang mendeskripsikan direktori mana yang harus tersedia pada sistem GNU/Linux. Saat ini, sebagian besar distribusi menggunakan Filesystem Hierarchy Standard (FHS) sebagai panduan. Bagian ini mendeskripsikan beberapa direktori wajib pada sistem GNU/Linux.
Harap diperhatikan bahwa GNU/Linux tidak harus memiliki direktori terpisah untuk setiap aplikasi (seperti Windows). Berkas diurutkan berdasarkan fungsi dan jenisnya. Sebagai contoh, program biner untuk program user yang umum disimpan pada /usr/bin, dan pustakanya pada /usr/lib. Ini adalah gambarang singkat dari direktori yang penting pada sistem Slackware Linux:
· /bin: program biner yang esensial yang harus tetap tersedia meskipun /usr tidak di-mount.
· /dev: berkas perangkat. Ini adalah berkas khusus yang dipakai untuk mengakses perangkat-perangkat.
· /etc: Direktori /etc berisi semua berkas konfigurasi yang penting.
· /home: berisi direktori home untuk setiap pengguna individual.
· /lib: pustaka sistem yang penting (seperti glibc) dan modul kernel.
· /root: direktori home untuk pengguna root.
· /sbin: program biner yang penting yang digunakan oleh administrator sistem.
· /tmp: Direktori yang dapat ditulis oleh siapa saja untuk berkas temporer.
· /usr/bin: menyimpan sebagian besar dari program biner pengguna.
· /usr/lib: pustaka yang tidak penting untuk sistem untuk melakukan boot.
· /usr/sbin: program biner yang tidak penting untuk administrasi sistem.
· /var: berbagai berkas data yang bervariasi, seperti log.
F. PEMROGRAMAN YANG DIJALANKAN
1. bahasa Assembler
2. Java
3. bahasa C
4. PHP
5. MysQl
PUSTAKA
http://slackware.linux.or.id/slackbasic/html/
http://osc.ugm.ac.id/ossdata/index.php?title=Fedora
http://id.wikipedia.org/wiki/Fedora_Core
www.mail-archive.com/tanya-jawab@linux.or.id/msg51607.html